oleh

Tagor Aruan Ketua KIB : Saya Khawatir Setiap 13 Pelajar di Sumatera Utara 1 Adalah Pengguna Narkoba

MEDAN |

Tagor Aruan, Ketua Komite Independen Batak (KIB) mengatakan bahwa saat ini Sumatera Utara menduduki peringkat teratas di Indonesia untuk jumlah penyalahguna atau Pecandu Narkoba, menurut data dari BNN Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh Tagor Aruan kepada awak media saat menghadiri Peresmian IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) ‘MARI INDONESIA BERSINAR’ pimpinan Bpk. Johannes Siregar.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Wagub. Sumatera Utara, Drs. H. Musa Rajekshah, M.Hum, didampingi oleh Plt. Walikota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution pada hari Senin, 21 September 2020 di Medan.

Masih mengutip pernyataan dari pihak BNN Sumatera Utara, Tagor Aruan menambahkan bahwa jumlah penyalahguna Narkoba di Sumatera Utara saat ini berkisar 1 juta orang.

Jadi bisa dibayangkan, dengan jumlah Penduduk di Sumatera Utara berkisar 13 juta jiwa, artinya setiap 13 orang, ada 1 orang pengguna Narkoba di Sumateta Utara.

Walau masih diperlukan faktor atau data pendukung lainnya, tetapi secara umum hal ini bisa kita proyeksikan kepada kondisi Pelajar di Sumatera Utara. Perbandingannya bisa sedikit lebih baik atau bisa lebih buruk. Ucap Tagor.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi para orangtua, Sekolah, Tokoh Masyarakat, Organisasi Masyarakat, Kampus, Anggota Legislatif, terutama Pemerintah di Sumatera Utara.

Sekitar 5 tahun lalu, Sumatera Utara masih berada di peringkat ke-3 di Indonesia. Saat itu perbandingan pengguna Narkoba adalah bahwa setiap 22 Pelajar,  ada 1 orang pengguna Narkoba.

Namun hanya dalam 5 tahun, Sumatera Utara melesat menjadi peringkat pertama. Situasi ini sangat memprihatinkan. Tutur Tagor Aruan yang juga sering memberikan seminar atau penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba ke sekolah-sekolah di wilayah Kota Medan dimana hal itu dilakukan secara gratis.

Itu murni karena keterpanggilan, lanjut Tagor, didampingi beberapa pengurus DPP KIB diantaranya Monetaris Butarbutar, Jhon Tulus Sitompul, Eddin Sihaloho, Alfin Situmorang, Susi Simanjuntak dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Bpk. Tagor Aruan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Johannes Siregar yang telah mendirikan IPWL MARI INDONESIA BERSINAR sebagai Panti Rehabilitasi bagi Korban Narkoba.

Mengelola sebuah lembaga Panti Rehabilitasi seperti ini memiliki tanggung jawab dan tantangan yang sangat besar. Dan hal ini adalah sebuah tugas yang sangat mulia karena berusaha memulihkan korban Narkoba sehingga kembali memiliki harapan dan masa depan. Tutur Tagor Aruan sembari mendoakan agar IPWL MARI INDONESIA BERSINAR terus berkembang sehingga banyak putra putri negeri kita ini yang dapat diselamatkan. Tutup pria yang dulunya juga pernah mengelola sebuah Panti Rehabilitasi Korban Narkoba di Medan.

IPWL ‘MARI INDONESIA BERSINAR’ memiliki Kapasitas 120 orang dan menjadi salah satu IPWL terbesar di wilayah Sumatera diluar Panti yang dikelola oleh Pemerintah.

Turut hadir dalam acara Peresmian ini, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut: Kombes. Pol. Robert Da Costa. SIK, MH, Dinsos Prov SU & Kota Medan, Camat Medan Tuntungan & Jajarannya.

Sumber : (KIB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed